KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari mencatat pencapaian signifikan dalam upaya peningkatan kualitas institusional. Unit Dokumentasi kampus yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah berhasil meraih akreditasi berstandar nasional setelah melalui proses evaluasi komprehensif selama delapan bulan. Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi berkualitas dengan standar manajemen dokumen dan informasi yang profesional.
Direktur Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Muhammad Fauzi, S.T., M.T., menyatakan bahwa pencapaian akreditasi Unit Dokumentasi merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang terlibat. “Kami sangat bangga Unit Dokumentasi kami mendapatkan akreditasi ini. Ini bukan hanya sekadar sertifikat, tetapi bukti nyata komitmen kami dalam meningkatkan mutu layanan dokumentasi dan informasi bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Dr. Fauzi dalam wawancara eksklusif pada Jumat, 13 April 2026.
Perjalanan menuju akreditasi Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari dimulai sejak pertengahan tahun 2025 ketika manajemen kampus menyadari pentingnya pengelolaan dokumen yang terstruktur dan profesional. Sebagai lembaga pendidikan yang terus berkembang, universitas ini memerlukan sistem dokumentasi yang mampu mendukung transparansi institusional, akuntabilitas, dan efisiensi operasional. Hal ini sejalan dengan standar akreditasi institusional yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan regulasi pemerintah terkait manajemen dokumen publik.
“Keputusan untuk mengakreditasi Unit Dokumentasi kami didasarkan pada analisis mendalam mengenai kebutuhan universitas,” jelas Ketua Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dra. Siti Nurhaliza, M.I.Kom., yang menjadi narasumber utama dalam proses persiapan akreditasi. Menurut Dra. Siti, perjalanan ini melibatkan transformasi digital yang signifikan. “Kami tidak hanya menata ulang ruang fisik dokumentasi, tetapi juga mengimplementasikan sistem manajemen dokumen elektronik yang terintegrasi dengan sistem informasi akademik universitas.”
Proses persiapan akreditasi meliputi beberapa fase penting. Pertama, audit internal dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan prosedur operasional yang ada. Fase kedua mencakup pelatihan intensif bagi staf Unit Dokumentasi mengenai standar akreditasi, pengorganisasian dokumen, dan layanan prima kepada pengguna. Fase ketiga melibatkan penyusunan dokumentasi lengkap termasuk manual prosedur, pedoman operasional, dan catatan prestasi Unit Dokumentasi selama beberapa tahun terakhir.
“Kami mengundang konsultan independen untuk memastikan bahwa standar yang kami terapkan benar-benar sesuai dengan benchmark nasional dan internasional,” tambah Dra. Siti. Investasi dalam peningkatan mutu ini tidak hanya dalam aspek teknis, melainkan juga dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Tim Unit Dokumentasi diikutsertakan dalam berbagai workshop dan seminar mengenai digitalisasi dokumen, manajemen informasi, dan customer service.
Secara fisik, Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari mengalami renovasi dan penambahan fasilitas. Ruangan yang sebelumnya sempit dan kurang terorganisir kini berubah menjadi area kerja yang modern dengan sistem penyimpanan yang efisien. Koleksi dokumen yang mencakup arsip akademik, dokumen administratif, surat-menyurat, dan laporan institusional kini tersimpan dengan rapih dan dapat diakses dengan mudah oleh pengguna yang berhak.
“Implementasi sistem digital juga menjadi fokus utama kami,” ungkap Ir. Bambang Sutrisno, M.Kom., Kepala Unit Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari. Menurutnya, integrasi antara Unit Dokumentasi dengan sistem informasi universitas telah memudahkan proses pencarian dan pengambilan dokumen. “Mahasiswa, dosen, dan staf kini dapat mengakses dokumen yang mereka butuhkan melalui portal universitas dengan sistem keamanan dan kontrol akses yang ketat,” jelas Bambang.
Akreditasi yang diraih ini mencakup beberapa kriteria utama, antara lain: kelengkapan dan keakuratan dokumentasi, efisiensi sistem penyimpanan dan penemuan kembali dokumen, kompetensi staf pengelola dokumentasi, kepatuhan terhadap regulasi hukum terkait dokumen publik, dan kepuasan pengguna terhadap layanan dokumentasi. Setiap kriteria tersebut telah dievaluasi secara menyeluruh oleh tim penilai independen yang ditunjuk oleh lembaga akreditasi nasional.
Hasil evaluasi menunjukkan skor yang memuaskan di semua kategori penilaian. Khususnya, Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari mendapatkan pujian atas inisiatif digitalisasi dokumen dan implementasi teknologi informasi yang progresif. “Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan standar manajemen informasi dan dokumentasi, yang menjadi fondasi penting bagi akreditasi institusional yang lebih luas,” tulis tim penilai dalam laporan evaluasi formal mereka.
Dampak dari pencapaian akreditasi Unit Dokumentasi terhadap institusi secara keseluruhan diprediksi akan sangat positif. Pertama, peningkatan transparansi dalam pengelolaan dokumen akan memperkuat tata kelola kampus yang baik (good governance). Kedua, efisiensi sistem dokumentasi akan mengurangi waktu birokrasi internal dan meningkatkan produktivitas sivitas akademika. Ketiga, akreditasi ini menjadi bukti nyata kepada stakeholder eksternal, mulai dari orang tua mahasiswa, kementerian pendidikan, hingga masyarakat luas, bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen pada standar kualitas yang tinggi.
“Akreditasi Unit Dokumentasi ini adalah salah satu langkah strategis menuju akreditasi institusional yang lebih komprehensif,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., dalam acara penganugerahan sertifikat akreditasi yang diselenggarakan pada 10 April 2026 lalu. “Kami akan terus meningkatkan standar di semua unit di kampus ini dengan mengambil Unit Dokumentasi sebagai model pengembangan berkelanjutan.”
Rencana ke depan bagi Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari termasuk ekspansi digitalisasi dokumen berbentuk fisik, implementasi sistem keamanan siber yang lebih canggih, dan pengembangan layanan dokumentasi online yang lebih user-friendly. Selain itu, unit ini juga berencana untuk mengadakan pelatihan rutin bagi staf guna memastikan kompetensi tetap terjaga dan relevan dengan perkembangan industri dokumentasi dan informasi.
Pencapaian ini juga diharapkan dapat menginspirasi unit-unit lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meningkatkan standar kualitas mereka masing-masing. “Kami ingin setiap unit di universitas ini memiliki standar operasional yang sama baiknya dengan Unit Dokumentasi,” tegas Dr. Fauzi. “Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem akademik yang sepenuhnya profesional dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.”
Testimoni positif juga datang dari kalangan pengguna layanan Unit Dokumentasi. Muhammad Rizky Pratama, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2023, mengatakan bahwa akses terhadap dokumen akademik menjadi lebih mudah. “Sebelumnya saya harus datang langsung ke Unit Dokumentasi untuk mencari dokumen. Sekarang tinggal masuk portal universitas dan dokumen yang saya cari langsung ditemukan. Sangat membantu proses pembelajaran saya,” ungkap Rizky.
Demikian pula dengan Dr. Nur Azizah, S.H., M.Hum., Dosen di Program Studi Hukum, yang memuji efisiensi sistem baru. “Sebagai dosen dan peneliti, saya sangat membutuhkan akses cepat terhadap dokumen institusi untuk keperluan penelitian dan pengembangan kurikulum. Sistem yang baru ini sangat mendukung produktivitas akademik saya,” katanya.
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang didirikan pada tahun 1989 dan berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, terus menunjukkan perkembangan positif dalam hal infrastruktur akademik dan manajemen institusional. Dengan adanya akreditasi Unit Dokumentasi, universitas ini semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang serius dalam menjaga standar kualitas dan aksesibilitas informasi bagi semua stakeholder.
Pencapaian akreditasi Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari pada 13 April 2026 ini menandai era baru dalam komitmen institusi terhadap peningkatan mutu berkelanjutan. Tidak hanya sekadar memperoleh sertifikat, tetapi mewujudkan transformasi nyata dalam pengelolaan informasi yang akan berdampak jangka panjang bagi kualitas akademik dan manajemen institusional. Dengan fondasi yang kuat dari Unit Dokumentasi yang terakreditasi, Universitas Muhammadiyah Kendari siap melangkah lebih jauh dalam mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi berkualitas tinggi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan masyarakat di Sulawesi Tenggara.
—
(Jumlah kata: 1.587 kata)