KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Dokumentasi menggelar acara Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang meriah pada tanggal 15 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan beragam pertandingan olahraga, pameran seni budaya, dan pertunjukan seni yang menampilkan bakat-bakat mahasiswa dari berbagai program studi di kampus.
Acara yang diadakan di lapangan olahraga utama dan aula multi-fungsi Universitas Muhammadiyah Kendari ini menarik partisipasi lebih dari 1.500 mahasiswa dan 50 dosen pendamping. Antusiasme peserta terlihat jelas sejak proses pendaftaran yang dimulai tiga minggu sebelumnya, dengan rincian peserta dari 12 fakultas yang tersebar di lingkungan kampus Kendari.
“Festival ini adalah wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik, tidak hanya dari aspek akademik tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, dan prestasi olahraga,” ungkap Dr. Bambang Suryanto, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara pada Senin pagi, 15 April 2026.
Momentum Penting Pengembangan Soft Skills Mahasiswa
Penyelenggaraan festival ini menandai komitmen berkelanjutan institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang komprehensif. Unit Dokumentasi, sebagai unit yang bertanggung jawab dalam mendokumentasikan setiap kegiatan akademik dan non-akademik, telah mempersiapkan acara ini selama berbulan-bulan dengan melibatkan berbagai stakeholder internal maupun eksternal.
Kepala Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dra. Siti Nurhaliza, M.A., menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai platform integral untuk mengasah kemampuan soft skills mahasiswa. “Kami percaya bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang teori dan praktik akademik semata. Melalui festival ini, mahasiswa dapat belajar tentang kerjasama tim, kepemimpinan, kreativitas, dan manajemen yang semuanya sangat penting di dunia kerja modern,” kata Nurhaliza saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 15 April 2026.
Lebih lanjut, Nurhaliza menambahkan bahwa setiap cabang olahraga dan seni yang ditampilkan dalam festival telah dirancang dengan cermat untuk mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah, yakni amanat, amal, dan keunggulan. “Kami tidak sekadar menampilkan pertandingan biasa, tetapi menciptakan pembelajaran yang bermakna. Setiap peserta akan merasakan bagaimana pentingnya disiplin, etika olahraga, dan apresiasi terhadap seni budaya lokal,” jelasnya.
Rangkaian Olahraga yang Kompetitif dan Menantang
Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam festival ini mencakup sepak bola 11-on-11, futsal, bola voli putra dan putri, badminton, tenis meja, basket, renang, dan atletik. Setiap cabang olahraga merupakan kompetisi antar-fakultas dengan sistem babak penyisihan, semifinal, dan final yang berlangsung dalam tiga hari.
Dalam cabang sepak bola, sebagai contoh, 8 tim dari berbagai fakultas bertanding dengan sistem round-robin untuk menentukan empat tim terbaik yang lolos ke fase semifinal. Tim Fakultas Teknik, yang dijuluki “The Gearbox,” menjadi salah satu favorit dengan catatan performa cemerlang di kompetisi tingkat kota sebelumnya.
“Kami siap memberikan yang terbaik untuk meraih juara festival ini. Tim kami telah berlatih intensif selama dua bulan dengan pelatih profesional dari klub lokal. Bukan hanya untuk memenangkan piala, tetapi untuk membuktikan bahwa mahasiswa Teknik tidak hanya pandai di ruang kelas, tetapi juga di lapangan,” ujar Rino Martalis, kapten tim sepak bola Fakultas Teknik, pada hari pembukaan festival.
Sementara itu, dalam cabang bola voli putri, Tim Fakultas Kesehatan yang terdiri dari mahasiswa dari Program Studi Keperawatan dan Kebidanan, menampilkan permainan yang terkoordinasi dengan baik. Pelatih mereka, Dian Pratiwi, S.Pd., M.Or., yang merupakan dosen bidang Olahraga Kesehatan, telah mempersiapkan strateginya sejak awal tahun ajaran.
“Bola voli adalah olahraga yang menuntut kerja sama tim yang sempurna. Dalam setiap rally, semua pemain harus bersatu. Ini adalah metafora yang bagus untuk pembelajaran di program kesehatan kami, di mana seluruh tim kesehatan harus bekerja bersama untuk memberikan layanan terbaik kepada pasien,” kata Dian Pratiwi dengan antusias.
Kategori atletik juga menarik perhatian dengan lebih dari 100 peserta yang mendaftar untuk berbagai nomor lari, lompat, dan lempar. Salah satu peserta unggulan adalah Riko Wahyudi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang memiliki personal best 10,8 detik untuk nomor 100 meter.
Pameran Seni Budaya yang Kaya Warisan Lokal
Selain kompetisi olahraga, festival ini juga menampilkan pameran seni budaya yang sangat beragam. Mahasiswa dari Fakultas Seni dan Desain menampilkan karya lukis, patung, fotografi, dan kerajinan tangan yang mencerminkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara.
Salah satu pameran unggulan adalah “Kendari Dalam Warna: Eksplorasi Identitas Lokal Melalui Seni Kontemporer” yang menampilkan 45 karya dari mahasiswa Prodi Seni Rupa. Karya-karya ini menggabungkan elemen tradisional Sulawesi Tenggara dengan teknik kontemporer modern, menciptakan dialog unik antara warisan budaya dan ekspresi artistik kontemporer.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tidak pernah ketinggalan zaman. Bahkan dengan menggunakan teknik modern, kita tetap bisa menampilkan dan melestarikan budaya lokal kita,” jelas Dina Kusuma, mahasiswi semester enam Prodi Seni Rupa yang menjadi ketua panitia pameran seni.
Pertunjukan seni budaya juga mencakup tari tradisional Sulawesi Tenggara seperti Tari Balumpa, Tari Mongalo, dan Tari Pilolo yang ditampilkan oleh kelompok seni tradisional dari berbagai fakultas. Setiap pertunjukan didukung oleh instrumen musik tradisional seperti gong, gendang, dan perangkat musik lokal lainnya yang dirawat oleh Laboratorium Musik Tradisional Fakultas Seni dan Desain.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian seni dan budaya lokal. Melalui festival ini, kami ingin menginspirasi generasi muda untuk tetap mencintai dan mengapresiasi warisan budaya nenek moyang mereka,” ujar Prof. Dr. Hendra Susanto, M.Hum., Dekan Fakultas Seni dan Desain Universitas Muhammadiyah Kendari.
Penampilan Musik Modern dan Tradisional
Salah satu sorotan festival adalah penampilan musik live yang menampilkan berbagai genre dari musik tradisional hingga musik modern kontemporer. Band kampus “Momentum Wave,” yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai program studi, membawakan lagu-lagu original dan cover dari penyanyi terkenal Indonesia.
Frontman band tersebut, Aldo Pratama, mahasiswa Teknik Informatika semester lima, berbagi pengalaman berlatih untuk festival ini. “Kami berlatih setiap hari selama sebulan untuk memastikan setiap nada dan harmoni sempurna. Tidak mudah menggabungkan jadwal kuliah dengan latihan musik, tetapi kami sangat semangat untuk menampilkan yang terbaik untuk universitas kita,” kata Aldo dengan senyuman lebar.
Selain itu, terdapat juga kompetisi karaoke mahasiswa yang sangat meriah dengan lebih dari 80 peserta yang mempertandingkan kemampuan vokal mereka. Peserta berkompetisi dalam kategori solo putra, solo putri, dan grup vokal dengan lagu-lagu dari berbagai genre dan bahasa.
Dampak Positif terhadap Pembangunan Karakter Mahasiswa
Kehadiran festival seni dan olahraga mahasiswa ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan kepribadian dan karakter mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Melalui aktivitas ini, mahasiswa tidak hanya belajar untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan interpersonal dan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan di era digital ini.
Dr. Suhardi, M.Psi., Kepala Bagian Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Kendari, menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan aktivitas ekstrakurikuler. “Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan olahraga dan seni memiliki tingkat kesejahteraan mental yang lebih baik, prestasi akademik yang lebih tinggi, dan persiapan karir yang lebih matang. Festival ini adalah investasi nyata untuk masa depan mahasiswa kami,” ujar Dr. Suhardi.
Selain itu, festival ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan dan membangun hubungan baik antar sesama mahasiswa dari berbagai fakultas. Kolaborasi dan kerjasama yang terjalin selama festival ini diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai proyek akademik dan non-akademik di masa mendatang.
Partisipasi Komunitas dan Dukungan Eksternal
Kesuksesan festival ini juga didukung oleh partisipasi aktif dari berbagai pihak eksternal, termasuk komunitas olahraga lokal, seniman tradisional, dan dukungan dari pemerintah daerah Kendari. Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan dukungan dalam bentuk sponsorship dan penggunaan fasilitas publik untuk beberapa event.
“Kami sangat menghargai inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menggelar festival ini. Kegiatan seperti ini tidak hanya penting bagi pengembangan mahasiswa, tetapi juga bagi pelestarian budaya lokal dan pengembangan olahraga di Kota Kendari,” ujar Budi Santoso, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari, pada saat menghadiri pembukaan festival.
Penutup: Semangat Menciptakan Generasi Unggul
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 di Universitas Muhammadiyah Kendari adalah bukti nyata dari komitmen institusi dalam mengembangkan mahasiswa secara menyeluruh. Melalui rangkaian kegiatan yang komprehensif, mulai dari kompetisi olahraga yang ketat hingga pameran dan pertunjukan seni yang spektakuler, mahasiswa diberikan kesempatan emas untuk menunjukkan potensi mereka dan belajar dari pengalaman langsung.
Dalam era globalisasi dan transformasi digital ini, soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, kepemimpinan, dan ketahanan emosional menjadi semakin penting. Festival ini adalah platform yang tepat untuk mengasah keterampilan-keterampilan tersebut sambil tetap menjaga semangat akademik dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan berbagai stakeholder eksternal, Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkompeten akademik, tetapi juga individu-individu berkarakter kuat yang siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 diharapkan menjadi tradisi tahunan yang akan terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya untuk generasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di masa depan.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus Unit Dokumentasi
Sumber: Wawancara langsung dengan narasumber terkait, 15 April 2026