KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beserta berbagai organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar program pemberdayaan mahasiswa terintegrasi yang melibatkan seluruh unit dan departemen kampus. Kegiatan yang berlangsung sejak awal bulan April ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik, keterampilan kepemimpinan, dan kontribusi sosial yang lebih bermakna.
Program yang diselenggarakan oleh BEM bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan organisasi mahasiswa lainnya ini dirancang untuk menciptakan ekosistem kampus yang dinamis dan berkelanjutan. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari diberikan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, dan tanggung jawab sosial mereka dalam menghadapi tantangan masa depan.
Latar Belakang dan Fokus Kegiatan
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah lama menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia berkualitas. Komitmen ini tidak hanya terletak pada aspek akademik semata, tetapi juga pada pengembangan karakter dan soft skills mahasiswa melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Organisasi mahasiswa di kampus ini memiliki peran strategis dalam menciptakan pemimpin muda yang visioner, berintegritas, dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data dari Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari, terdapat lebih dari 2.500 mahasiswa aktif yang terlibat dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dengan fokus yang beragam, mulai dari akademik, olahraga, seni, hingga kegiatan sosial dan lingkungan.
“Program pemberdayaan mahasiswa yang kami selenggarakan tahun ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa dapat berkontribusi secara maksimal, tidak hanya bagi kampus tetapi juga bagi masyarakat luas,” ungkap Fatimah Nurul Aini, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Rabu, 16 April 2026.
Rangkaian Kegiatan dan Program Unggulan
Dalam rangkaian kegiatan pemberdayaan mahasiswa ini, berbagai program telah dirancang dan diimplementasikan. Pertama adalah Program Leadership Development Camp yang melibatkan pengurus dan anggota aktif dari semua organisasi mahasiswa. Program ini mencakup pelatihan manajemen organisasi, public speaking, strategi komunikasi, dan pengembangan kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah.
“Kami percaya bahwa mahasiswa bukan hanya penuntut ilmu, tetapi juga calon pemimpin yang akan membawa perubahan positif. Melalui program ini, mereka dilatih untuk berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan, dan memiliki integritas tinggi dalam setiap keputusan yang mereka buat,” jelas Dr. Ahmad Haris Sholeh, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Kendari.
Kedua adalah Seminar Akademik Terpadu yang menghadirkan berbagai pembicara dari akademisi, profesional industri, dan tokoh masyarakat. Seminar ini membahas isu-isu kontemporer seperti transformasi digital, kewirausahaan sosial, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, diharapkan mahasiswa dapat memiliki perspektif yang lebih luas dan komprehensif dalam memahami dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Ketiga adalah Program Magang dan Mentoring yang menghubungkan mahasiswa dengan profesional berpengalaman di berbagai bidang industri. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara praktis, membangun jaringan profesional, dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri.
Selain itu, BEM juga menginisiasi Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Mahasiswa yang melibatkan mahasiswa dalam kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi di desa-desa sekitar Kendari. “Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati nurani yang sensitif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Rina Safitri, Koordinator Program Pengabdian Masyarakat BEM.
Respons Positif dari Pimpinan Kampus
Pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari memberikan respons sangat positif terhadap inisiatif yang diambil oleh BEM dan organisasi mahasiswa lainnya. Prof. Dr. H. Musdalifah Usman, S.E., M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan dedikasi tinggi terhadap pengabdian masyarakat.
“Saya sangat menghargai inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa lainnya dalam menyelenggarakan program-program yang berkualitas. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya pengembangan diri dan kontribusi sosial. Universitas siap mendukung penuh semua kegiatan positif yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa,” kata Prof. Musdalifah Usman dalam sambutannya pada acara pembukaan Program Leadership Development Camp pada Sabtu, 19 April 2026.
Selain itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Sugeng Priyanto, juga menekankan pentingnya organisasi mahasiswa dalam membentuk ekosistem kampus yang sehat dan berkelanjutan. “Organisasi mahasiswa adalah jantung dari kehidupan kampus. Melalui organisasi inilah, mahasiswa belajar tentang tanggung jawab, kolaborasi, resolusi konflik, dan pengambilan keputusan yang demokratis. Semua ini adalah keterampilan yang sangat penting untuk kehidupan mereka di masa depan,” ujar Dr. Sugeng Priyanto.
Partisipasi Mahasiswa dan Dampak Nyata
Data dari Unit Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan tingkat partisipasi mahasiswa yang sangat tinggi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Lebih dari 1.800 mahasiswa secara aktif mengikuti Program Leadership Development Camp dalam fase pertama, sementara seminar akademik yang diselenggarakan menarik perhatian lebih dari 2.000 peserta.
“Respon mahasiswa benar-benar luar biasa. Mereka sangat antusias dan tidak hanya hadir sebagai peserta pasif, tetapi aktif bertanya, berdiskusi, dan mengusulkan ide-ide kreatif. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa memang memiliki potensi besar untuk berkontribusi, tetapi mereka membutuhkan platform dan bimbingan yang tepat,” ungkap Muhammad Rizki Pratama, anggota BEM Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dampak positif dari kegiatan-kegiatan ini sudah mulai terlihat dalam berbagai aspek kehidupan kampus. Pertama, terjadi peningkatan kolaborasi antar organisasi mahasiswa yang sebelumnya berjalan secara terpisah. Kedua, mahasiswa menunjukkan peningkatan motivasi dan engagement terhadap kegiatan akademik dan non-akademik. Ketiga, ada peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu sosial dan lingkungan yang mempengaruhi masyarakat lokal.
Salah satu contoh nyata dari dampak ini adalah inisiatif Program Bersih Lingkungan yang diluncurkan oleh UKM Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Kendari. Program ini telah melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dalam kegiatan pembersihan dan reboisasi di kawasan pantai dan hutan mangrove di sekitar Kendari. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya peduli pada nilai akademik, tetapi juga peduli pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan alam untuk generasi mendatang,” kata Budi Santoso, Ketua UKM Pecinta Alam.
Tantangan dan Rencana Ke Depan
Meskipun mendapat respons positif, para penyelenggara kegiatan juga mengakui adanya beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengintegrasikan seluruh organisasi mahasiswa dengan fokus dan visi yang sama. Selain itu, keterbatasan dana operasional juga menjadi kendala dalam mengembangkan program-program yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
“Kami berharap bahwa universitas dapat terus meningkatkan alokasi dana untuk kegiatan kemahasiswaan, sehingga kami dapat menghadirkan program-program yang lebih berkualitas dan berdampak. Selain itu, kami juga berharap dapat lebih banyak melibatkan alumni dan stakeholder eksternal dalam mendukung kegiatan mahasiswa,” kata Fatimah Nurul Aini.
Rencana ke depan, BEM dan organisasi mahasiswa lainnya berencana untuk melembagakan berbagai program yang telah terbukti efektif. Mereka juga akan mengembangkan program-program baru yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan zaman, seperti program digital entrepreneurship, sustainability leadership, dan community development projects yang lebih terstruktur dan terukur.
“Kami juga berencana untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari internal kampus maupun eksternal, termasuk pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, dan industri, sehingga program-program mahasiswa dapat memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” tambah Dr. Sugeng Priyanto.
Penutup
Program pemberdayaan mahasiswa terintegrasi yang diselenggarakan oleh BEM dan organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata dari komitmen kampus terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan berdedikasi tinggi. Melalui berbagai kegiatan yang dirancang dengan matang, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka dan berkontribusi secara nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, dosen, dan berbagai stakeholder, diharapkan program-program ini dapat terus berkembang dan menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui organisasi-organisasi mereka, telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.
Semangat gotong royong, inovasi, dan dedikasi yang ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini menjadi inspirasi bagi kampus lain untuk terus meningkatkan kualitas pengembangan kemahasiswaan mereka. Dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, Universitas Muhammadiyah Kendari yakini bahwa lulusannya akan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
—
Penulis adalah jurnalis kampus yang telah meliput berbagai kegiatan di Universitas Muhammadiyah Kendari. Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara langsung dengan para pimpinan organisasi mahasiswa, pejabat kampus, dan partisipan kegiatan pada tanggal 16–19 April 2026.